News
WORD
OF MOUTH MARKETING AWARD 2010
90 Most Recommended Brands in Indonesia
Rabu, 9 Juni 2010
Suasana semarak terpancar di Ballroom A & B
Hotel Shangri- La, Jakarta 9 Juni lalu. Bukan saja dari jumlah audience
yang mencapai lebih dari 350 hadirin, tapi juga dari segi acaranya.
< baca selanjutnya
>
International
Conference & Net Promoter ~ Costumer Loyalty (NPS) Award 2010
Senin, 10 Mei 2010
Tak kurang dari 140 audience yang memadati Ceria
Room, Hotel Shangri-La, Senin 10 Mei lalu terpukau dengan presentasi
John Abraham, General Manager Net Promoter Program Satmetrix Systems
Inc. John memang sengaja hadir..
< baca selanjutnya
>
Seminar
& Workshop IT Masterplan, 5-6 Mei 2010
IT MasterPlan : Realistis dan Bermanfaat Dalam Waktu Singkat
Rabu, 5-6 Mei 2010
IT Master plan adalah sebuah pedoman dan strategi
yang mengarahkan dan mengendalikan investasi dan implementasi teknologi
serta sistem terpadu. Bagaimana seandainya..
< baca selanjutnya
>
Indonesia
Youngsters Inc. 2010
Rabu, 28 April 2010
Dalam edisi No 6 Maret lalu M ajalah SWA menampilkan
cover story Indonesia Youngster Inc, perjalanan karir dan bisnis
anak-anak muda dibawah usia 40 ahun yang meroket bak..
< baca selanjutnya
>
Frisian
Flag Indonesia Raih Penghargaan ICSA untuk Pertama Kalinya
Kompas, Minggu 13 September
2009
PT. Frisian Flag Indonesia (FFI), produsen susu
bernutrisi terkemuka di Indonesia meraih penghargaan "Best
Performance in Total Consumer Satisfaction"
< baca selanjutnya
>
Pertamina
Prima XP Raih ICSA 2009
Kompas, Minggu 13 September 2009
Pelumas Pertamina Prima XP kembali membuktikan sebagai
oli mobil terbaik di Indonesia. Pada ajang penganugerahan Indonesian
Customer Satisfaction Award (ICSA) 2009 di Hotel Shangrila, Jakarta.
< baca selanjutnya
>
Yamaha
Motor Indonesia Raih ICSA 2009
Kompas, Minggu 13 September 2009
Kedekatan Yamaha dengan konsumen kembali terbukti.
Untuk kesekian kalinya, Yamaha Motor Indonesia berhasil mendapatkan
ICSA 2009.
< baca selanjutnya
>
|
Home > News
> Seminar Publik: How Indonesia Entrepreneurs & CEO Response
to Global Change
BERITA SWANETWORK
Seminar
Publik
HOW INDONESIA ENTREPRENEURS
& CEO RESPONSE to GLOBAL CHANGE
Kamis, 29 Januari 2009
Perubahan ekonomi global sebagai dampak dari krisis
perumahan di AS (subprime mortgage) merupakan topik yang menjadi
perbincangan dimana-mana. Krisis perekonomian yang melanda berbagai
negara tak terkecuali Indonesia, menyebabkan seluruh pelaku ekonomi
baik pengusaha maupun pimpinan perusahaan (CEO) yang paling merasakan
dampaknya. Namun demikian, ada beberapa pelaku ekonomi yang 'tidak'
terpengaruh dengan dampak tersebut dan bahkan memanfaatkan adanya
perubahan tersebut.
Demikianlah,
garis besar dari acara seminar publik yang digelar di Ballroom A,
Hotel Shangri-La , Jakarta, 29 Januari 2009 lalu. Seminar setengah
hari yang diselenggarakan oleh SWANETWORK dan Magister Management
UI itu berjudul How Indonesia Entrepreneurs & CEO Response to
Global Change dengan pembicara Erick Tohir, Presdir TV One (Grup
Mahaka), Tjahjadi Lukiman, Direktur PT Daya Anugerah Mandiri (Adira
Motor), Sofjan Wanandi (Grup Gemala), Tito Sulistio, Vice President
Director PT Apexindo Pratama Duta Tbk serta moderator Rhenald Kasali
dan Ketua Program MM UI dan Irwan Adi Ekaputra, Sekretrais Program
MM UI.
Para
pembicara sepakat bahwa krisis kali ini diperkirakan akan lebih
hebat ketimbang krisis finansial yang melanda negara-negara Asia
pada 1998 lalu. Oleh karena itu, perlu strategi ekstra dalam menghadapinya
agar perusahaan tidak ikut hanyut tergerus oleh krisis tersebut.
“Kendati kita bakal terkena dampak yang serius, namun kita
tetap optimistis ada jalan keluarnya,” tandas Sofjan Wanandi,
dihadapan 150-an hadirin yang terdiri dari para CEO, pebisnis, alumnus
dan mahasiswa MM UI.
Tjahjadi
Lukiman, Direktur perusahaan pemilik brand Adira Motor pun sependapat
dengan salah satu konglomerat senior tersebut. Apalagi, menurut
dia, bisnis otomotif yang dikelolanya terkena dampak langsung dengan
adanya krisis tersebut. “Daya beli turun. Suku bunga kredit
tinggi dan pendapatan masyarakat berkurang,” tuturnya. Toh,
dia sangat yakin itu akan segera berlalu. Pengalaman saat Adira
terkena krisis hebat pada 1998, bisa menjadi pelajaran dalam menghadapi
krisis yang datang kali ini. Beberapa tahun lalu, Adira berhasil
melewatinya dengan mulus.“Pengalaman itulah yang menjadi dasar
bagi kami untuk menghadapi situasi ini,” tegasnya lagi.
Dengan
latar belakang belakang pendidikan serta cara pengelolaan bisnis
yang berbeda, melahirkan cara yang berbeda pula dalam menghadapi
krisis kali ini. Ada CEO yang sangat progresive dan mengutamakan
hasil akhir dalam menghadapi krisis serta adapula yang melakukannya
dengan proses. Dua metode ini diyakini sama-sama memberikan hasil
yang menguntungkan. Dan, inilah yang menjadi bagian dari akhir seminar
itu.
Dan, salah satu poin penting yang bisa dipetik dari
seminar tersebut ialah pemikiran dan pengalaman para pengusaha atau
CEO dalam mengelola perusahaan serta cara mereka bertahan dalam
menghadapi dampak krisis finansial global kali ini. Cara itulah
yang menurut kami bisa menginspirasi para hadirin seminar untuk
bagaimana bertahan terhadap segala perubahan yang tidak terduga
dan bagaimana strategi menjalankan roda bisnis untuk meraih keuntungan
tiada henti. (RS)
< back to top >
|