News
GOOD
CORPORATE GOVERNANCE AWARD 2011: Apresiasi Perusahaan Yang Senantiasa
Menerapkan Etika Dalam Berbisnis
Kamis 19 Desember 2011
Ball Room B Hotel Shanri-La, Kamis 19 Desember
lalu dipenuhi sekitar 200-an hadirin. Mereka tampak antusias menyaksikan
sharing session tentang penyampaian etika bisnis dan praktik-praktik
implementasi Good Corporate Governance (GCG) yang...
< baca selanjutnya
>
GEBYAR
ITA 2011 BUAT JAGOAN DUNIA WISATA NASIONAL
INDONESIA TOURISM AWARD 2011
Kamis 8 Desember 2011
Mereka adalah sang pemenang kompetisi dunia pariwisata
di Tanah Air versi penghargaan Indonesia Tourism Award (ITA) 2011.
Sebuah pengakuan sekaligus apresiasi tinggi untuk kota atau kabupaten
destinasi wisata terbaik di pelayanan berkualitas.
< baca selanjutnya
>
Semarak
Malam Apresiasi Penganugerahan
Indonesian Customer Satisfaction Award (ICSA) 2011
Rabu, 5 Oktober 2011
Hadirin tampak antusias menyaksikan pagelaran musik
rancak “Anak Medan” yang dilantunkan oleh artis Denada
Tambunan. Artis yang kerap membawakan musik rap tersebut memang
diundang untuk memeriahkan Malam Apresiasi Penganugerahan Indonesian
Customer Satisfaction Award (ICSA) 2011.
< baca selanjutnya
>
SWA
100 ~ Indonesia’s Best Wealth Creators Award 2011:
Inilah Perusahaan Publik Paling JempolanWORD OF MOUTH
Kamis, 23 Juni 2011
Kamis, 23 Juni 2010, bertempat di Ceria Room Hotel
Shangri-La, Jakarta, kembali Majalah SWA bekerjasama dengan Stern
Stewart & Co. menggelar acara apresiasi kepada perusahaan di
Indonesia yang berhasil memberikan kekayaan terbaik kepada para
pemegang sahamnya yang masuk dalam peringkat SWA 100.
< baca selanjutnya
>
WORD
OF MOUTH MARKETING AWARD 2011
SELEBRASI BAGI MEREK-MEREK HASIL REKOMENDASI
Kamis, 9 Julit 2011
Luar biasa! Begitulah antusiasme yang ditunjukkan
oleh para tamu yang hadir dalam acara selebrasi Word of Mouth Marketing
Award WOMMA) 2011 pada Kamis, 9 Juli, di Ball Room Hotel Four Seasons,
Jakarta, pekan lalu.
< baca selanjutnya
>
|
Home > News
> Seminar Publik: How Indonesia Entrepreneurs & CEO Response
to Global Change
BERITA SWANETWORK
Seminar
Publik
HOW INDONESIA ENTREPRENEURS
& CEO RESPONSE to GLOBAL CHANGE
Kamis, 29 Januari 2009
Perubahan ekonomi global sebagai dampak dari krisis
perumahan di AS (subprime mortgage) merupakan topik yang menjadi
perbincangan dimana-mana. Krisis perekonomian yang melanda berbagai
negara tak terkecuali Indonesia, menyebabkan seluruh pelaku ekonomi
baik pengusaha maupun pimpinan perusahaan (CEO) yang paling merasakan
dampaknya. Namun demikian, ada beberapa pelaku ekonomi yang 'tidak'
terpengaruh dengan dampak tersebut dan bahkan memanfaatkan adanya
perubahan tersebut.
Demikianlah,
garis besar dari acara seminar publik yang digelar di Ballroom A,
Hotel Shangri-La , Jakarta, 29 Januari 2009 lalu. Seminar setengah
hari yang diselenggarakan oleh SWANETWORK dan Magister Management
UI itu berjudul How Indonesia Entrepreneurs & CEO Response to
Global Change dengan pembicara Erick Tohir, Presdir TV One (Grup
Mahaka), Tjahjadi Lukiman, Direktur PT Daya Anugerah Mandiri (Adira
Motor), Sofjan Wanandi (Grup Gemala), Tito Sulistio, Vice President
Director PT Apexindo Pratama Duta Tbk serta moderator Rhenald Kasali
dan Ketua Program MM UI dan Irwan Adi Ekaputra, Sekretrais Program
MM UI.
Para
pembicara sepakat bahwa krisis kali ini diperkirakan akan lebih
hebat ketimbang krisis finansial yang melanda negara-negara Asia
pada 1998 lalu. Oleh karena itu, perlu strategi ekstra dalam menghadapinya
agar perusahaan tidak ikut hanyut tergerus oleh krisis tersebut.
“Kendati kita bakal terkena dampak yang serius, namun kita
tetap optimistis ada jalan keluarnya,” tandas Sofjan Wanandi,
dihadapan 150-an hadirin yang terdiri dari para CEO, pebisnis, alumnus
dan mahasiswa MM UI.
Tjahjadi
Lukiman, Direktur perusahaan pemilik brand Adira Motor pun sependapat
dengan salah satu konglomerat senior tersebut. Apalagi, menurut
dia, bisnis otomotif yang dikelolanya terkena dampak langsung dengan
adanya krisis tersebut. “Daya beli turun. Suku bunga kredit
tinggi dan pendapatan masyarakat berkurang,” tuturnya. Toh,
dia sangat yakin itu akan segera berlalu. Pengalaman saat Adira
terkena krisis hebat pada 1998, bisa menjadi pelajaran dalam menghadapi
krisis yang datang kali ini. Beberapa tahun lalu, Adira berhasil
melewatinya dengan mulus.“Pengalaman itulah yang menjadi dasar
bagi kami untuk menghadapi situasi ini,” tegasnya lagi.
Dengan
latar belakang belakang pendidikan serta cara pengelolaan bisnis
yang berbeda, melahirkan cara yang berbeda pula dalam menghadapi
krisis kali ini. Ada CEO yang sangat progresive dan mengutamakan
hasil akhir dalam menghadapi krisis serta adapula yang melakukannya
dengan proses. Dua metode ini diyakini sama-sama memberikan hasil
yang menguntungkan. Dan, inilah yang menjadi bagian dari akhir seminar
itu.
Dan, salah satu poin penting yang bisa dipetik dari
seminar tersebut ialah pemikiran dan pengalaman para pengusaha atau
CEO dalam mengelola perusahaan serta cara mereka bertahan dalam
menghadapi dampak krisis finansial global kali ini. Cara itulah
yang menurut kami bisa menginspirasi para hadirin seminar untuk
bagaimana bertahan terhadap segala perubahan yang tidak terduga
dan bagaimana strategi menjalankan roda bisnis untuk meraih keuntungan
tiada henti. (RS)
< back to top >
|